Better Luck This Time

October 21st, 2007 by thesugarplumfairy

Well, suasana Lebaran yang menyenangkan.

Lebih menyenangkan daripada dua tahun lalu, dan jelas jauh lebih baik dari tahun lalu.

Just like the old days…

Shalat Ied, menikmati hidangan Lebaran (dikeluarga gua, well, at least terbatas pada bokap gua dan anak - anaknya, hidangan Lebaran itu bukan sambel goreng dan opor ayam, tapi masakan dengan banyak condiments bernama Topa’ Ladeh. intinya sih masakan khas Madura…), sungkeman (dengan gua sebagai juru kamera tiap tahunnya), terus cabut ke rumah nenek gua buat ketemu sodara - sodara.

Yang selalu gua kangenin (selain sepupu - sepupu gue, toh sejak gua tinggal di Bandung, frekuensi gua ketemu mereka jadi lebih banyak) adalah kornet lidah buatan nenek gue. Sumpah maknyus. Tapi apa daya karena beberapa tahun belakangan ini kaki nenek gue udah gak kuat lagi buat berdiri lama - lama di dapur (dan tante gua masih juga tidak sanggup membuat sesuatu yang rasa dan teksturnya mirip), jadi hidangan khas Lebaran nenek gue itu absen dari meja makan. Menu pun berubah. Jadi ada gulai daging, opor, sambel goreng, dan kornet lidah gagal made by tante gua. Menu yang gak berubah? Cabe ijo yang entah dimasak apa dan gua yakin gak pernah ada yang nyentuh tapi anehnya selalu ada tiap tahun.

Biasanya, kami yang muda - muda suka ngebasi begitu siang menjelang (cape bo dengerin ibu - ibu gossip gak penting). Dan biasanya, begitu jam 12 siang, kami langsung mengaburkan diri ke BSM. Yang rada tua bergossip sambil ngupi, yang kecil - kecil nonton film. Tahun ini somehow gak basi, soalnya ada new family member. Bukan, bukan suami kakak gua atau istrinya sepupu gua (keduanya no show di hari pertama Lebaran), tapi anaknya sepupu gua, si Rayandra.

God! He is so damn cute! With those smart eyes, and the way he talks all the time, we’re hooked! Yes, even my child-hater brothers! They loved him! Well, the biggest suprise is my brother can stand my cranky little cousin. He even let him sit on his lap. Playing games in his cellphones. It’s suspicious (his trying to steal the boy’s attention from me, well, might be), but maybe he was just learn how to treat kiddies, for my soon-to-be-born-next-year nephew/niece .

Malemnya, makan di Miyazaki. Biasanya ritual makan bersama ini dilakukan di hari terakhir puasa, tapi entah kenapa tahun ini enggak. Jadi tukang masak buat sepupu dan adik gua tersayang. Agak kesal karena adik gua tersayang terus mencomot kani sampe akhirnya gua suruh bawa sendiri. *sigh*

Hari kedua Lebaran halal bihalal di rumah om gua. Waktu jaman almarhum kakek gua masih ada, nenek gua pun tinggal disini. Seneng juga mengingat - ngingat masa kecil, sekaligus mengingat pernak - pernik apa yang dulu nenek gua taro (banyak yang gua pecahin tuh, hueheheheheh). Ada Deasy, jadi gua bergossip dengan penuh semangat. Mengingat kami berdua dulu selama tiga tahun bergossip setiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu, bisa dibilang ini pelampiasan setelah lama tidak bergossip bersama. Menyenangkan.

H + 2 Lebaran! Nyekar ke Ciparay, menatap sawah yang hijau nan subur, menghirup udara segar sambil menikmati angin sepoi - sepoi di rumah panggung kecil punya nenek gua, ngeliatin ikan di balong, minum air kelapa dari puun yang ditanem aki gua dulu, ngetawain niat tante gua buat jadi juragan balong, mengamini niat bokap gua buat memperluas sawah, dan menampik godaan untuk mengambil leunca. Yang paling asyik ya setelahnya, dari Ciparay langsung ke Purwakarta cuma buat makan sate maranggi cibungur. Kerjaan bokap gua, biasa. Tapi emang enak banget sih, walaupun sate sama es kelapa mudanya kudu self service saking pinuh. Berikutnya? Balik lagi ke Bandung buat ke PT Rasa makan Coconut Royal. Gila ya keluarga gua?

H + 3 Lebaran. Ditinggali pesan untuk mengantar dan membayari adik - adik dan sepupu - sepupu main seharian. Tujuan? BSM buat nonton Resident Evil. Jaga budak. As usual. Bedanya, tahun ini gua nyetir sendiri. Dan dua orang sepupu gua yang biasanya menjadi juragan budak juga gak bisa ikut gara - gara harus jaga rumah. Hell. Yeah. Gua masih harus bersyukur manusia dibawah usia 10 tahunnya cuma seorang, gak empat orang seperti biasa.

Well, bagaimana dengan Lebaran kalian? =)

Lebaran Kali Ini…

October 12th, 2007 by thesugarplumfairy

Menurut gua sebagai seorang muslim (cieeeee, padahal shalat wajib aja masih bolong - bolong, geblek lu Le!), daripada saat tahun baru, momen Lebaran lebih tepat untuk intropeksi diri. Saat yang super  tepat buat bikin segala macem resolusi.

Kenapa? Karena gua cenderung membandingkan kondisi gua sekarang dengan kondisi gua ketika Lebaran lalu ketimbang membandingkan kondisi gua tahun baru ini dengan kondisi gua tahun baru kemaren. Dan gua yakin kebanyakan orang pun begitu. Betul?

Misalnya :

- Lebaran kemaren Om gua masih ada dan masih lumayan sehat. Lebaran tahun ini beliau udah gak ada.

- Lebaran kemaren kakak gua belum kawin, Lebaran ini dia bakal dateng bareng suaminya.

- Lebaran kemaren sepupu gua masih bisa disuruh - suruh sama gua, Lebaran ini gua rasa yang punya hak nyuruh - nyuruh ya cuma istrinya.

- Lebaran kemaren Om gua pacar pun gak punya, Lebaran ini dia malah ke Padang buat Lebaran bareng keluarga istrinya.

- Lebaran kemaren abang gua masih tidak terikat, Lebaran ini kayaknya dia bakal ngenalin possible wife to be ke keluarga besar.

- Lebaran kemaren ada sedikit kontroversi, Lebaran ini ada baby umur dua bulan anak sepupu gua yang bisa gua mainin.

- Lebaran kemaren gua jomblo merana, Lebaran ini gua bukan lagi jomblo merana, huehehehehe… =P

Makanya, instead of Ney Year Resolution, gua rasa gua akan membuat Lebaran Resolution.

Dimulai dari shalat lima waktu yang bener, gua rasa. X)

Girrrrrrrrrrrllllll Power!!!

October 11th, 2007 by thesugarplumfairy

They’re back, bitches!!!!

They’re Spice Girls. THE Spice Girls.

Demi memperingati comeback tournya, Channel V sampe menjadikan mereka Video Scope bulan ini. (spice girls’s video clip back to back? heaven!)

Rindu berdansa diiringi lagu macam ‘Spice Up Your Life’ dan menirukan gerakan ‘Stop’ yang fenomenal itu… (not that I can dance though…) Tidak lupa sepatu ganjelan truk yang masih dipake sama kogal - kogal di jepang (’atsuzoko’), feather boa, those ginger baby sporty kinda thing…

And of course, GURRRRRLLLLLLL POWERRRRRR!!!!!!!

Maybe I should throw a karaoke night with a Spice Girls theme… You know, dress up like drag queens (whoops) and sing Spice Girls songs all night long?

That would be fun.

Earthquake

August 9th, 2007 by thesugarplumfairy

Gua pikir gua mimpi.

Dan mulai mengumpat - ngumpat kenapa gua minum juga tu Red Bull sebelom tidur sampe ujung - ujungnya gua mabok kayak begini.

But then I realized.

I wasn’t dreaming.

Or drunk either.

It’s an earthquake!

Tai, belom nyampe sejam gua tidur udah keganggu sama getaran asoy yang menggoyang kasur gua dan membuat seolah - olah ada yang sedang mencoba membuka jendela kamar gua dengan paksa.

Hek, setelah sadar kalo itu gempa, gua cuma stay di kasur, dengan pikiran toh jarak lemari ke kasur gua rada jauh, jadi kalopun dia roboh, gua tidak apa - apa.

Rada goblok emang.

Tapi masih lebih goblok orang yang ketika gua telfon menanyakan keadaanya malah bilang ‘Hah? Gempa apaan? Emang ada gempa?’ sih… *dasar lo tukang tidur!*

Congratulations!

July 8th, 2007 by thesugarplumfairy

Rama M. Lalwani & Fiola Tennischa

July 7th 2007

Gua kagak peduli mau ponakan gua namanya Gormukdhas atawa Vijay, as long kalian cepat - cepat punya anak!

Happy Wedding!

Delivery Bulgogi

June 28th, 2007 by thesugarplumfairy

Kadang - kadang gua suka bertanya - tanya, apakah para penerima pesanan delivery di restoran cepat saji itu rada budeg apa guanya aja yang ngomongnya kecepetan?

Well, jelas gua bingung kalo Caesar’s Salad with Chicken pesanan gua berubah jadi salad dari Greens yang penuh dengan jelly. Bisa jadi mereka tidak pernah ingat kalo selain salad dari salad bar, menu mereka kebetulan juga berkata bahwa mereka menyediakan Caesar’s Salad. With chicken. Optional.

Yang lebih ajaib, Beff Sukiyaki Pizza gua tiba - tiba penuh taburan jagung dan ada onion ring tertanam diantara kejunya serta kebetulan mirip dengan gambar iklan yang ditempel di bagian atas kotak pizzanya.

New menu.

Bulgogi pizza.

Saya pesan SUKIYAKI. Bukan BULGOGI.

Entah kokinya rada dodol sehingga salah membuat pesanan dan mereka memutuskan untuk tetap mengirim pizzanya kerumah gua dengan pikiran "ah, toh Jepang dan Korea tetanggan ini.." atau sebenarnya Sukiyaki Pizza favorit gua sudah tidak lagi diproduksi dan diganti dengan Bulgogi namun mereka terlalu malas untuk bilang ke gua bahwa si sukiyaki sudah tidak ada. Dan dengan teganya mereka mengganti sour cream teman si crust pizza dengan Thousand Islands. Arghhhhhhhh….!!!

Gua rasa gua adalah konsumen yang terlalu nrimo…

*sigh*

Sucide

June 4th, 2007 by thesugarplumfairy

Tolong.

Capek.

Jiwa gua begitu lelah sehingga gua serius berikir bahwa yang namanya mati bisa membebaskan gua dari situasi ini. Membebaskan, bukan mejawab, karena toh yang namanya mati bukan solusi.

Jadi inget sama tokoh komik Beyond The Sea yang berpikir bagaimana cara bunuh diri yang baik* dan benar** lalu memutuskan untuk menyesatkan diri di hutan dan berniat makan kumbang beracun dengan alasan kelaparan. Gagal toh. Sama suaminya keburu disusulin.

Mati! Mati aja lo, Le!

On second thought, bunuh diri itu rada rugi ya bo. Orang - orang akan berspekulasi perihal penyebab gua bunuh diri (’gua yakin itu gara - gara timbangannya ke kanan terus, jadi dia depresi.’, ‘kayaknya kerasukan deh.’, ‘putus sama pacar bo, yakin!’, ‘kecelakaan lagi, saking rakusnya itu Baygon dia sangka Pocari Sweat…’, dan lain sebagainya), yang meskipun gua sudah meninggalkan sepucuk surat keterangan bunuh diri, orang - orang akan melakukan intrepretasi berbeda dengan yang gua maksud, sehingga penyebab gua bunuh diri akan semakin rancu. Sementara sebagai orang yang paling tau penyebab gua bunuh diri, gua gak bisa ngomong apa - apa, tidak sanggup membenarkan, tidak mampu membantah, mengapa? KARENA GUA UDAH MATI DODOL!!!!! (nah, are you paying attention to me now?)

Well, lebih baik gua melaparkan diri saja. (starve oneself to death) Mati anorexic. Hip abis tu, berasa model catwalk. Nama gua akan menghiasi majalah dan koran, dibahas di forum - forum, dan akhirnya dibuat foundation dengan nama gua untuk memerangi bulimia dan anoreksia (lo pikir di amrik?), lalu kita akan menyalahkan Keira Knightley dan media. Yang lebih keren lagi, sebelum mati gua bisa memasukkan diri gua kedalam dress BCBG size 0!

Yeah!

Hidup anoreksik!

*yang namanya bunuh diri itu gak ada yang baik, baik disini dimaksudkan lebih kepada cara mati bunuh diri yang elegan (tidak ada urusan lidah menjulur keluar lengkap dengan air liurnya), cantik (tidak gosong, tidak berantakan, jadi terjun dari lantai 20 atau mati bakar diri jelas bukan pilihan), tidak merepotkan orang lain (kalo nabarakkin diri ke mobil kasian supirnya), dst.

**tidak ada yang namanya bunuh diri itu benar. benar yang dimaksud disini adalah beneran mati, bukan minum racun terus teriak - teriak minta dibawa kerumah sakit.

Megalomaniak

May 27th, 2007 by thesugarplumfairy

Gua lebih suka sama tulisan orang - orang yang desperate-bisa-jadi-beliau-besok-bunuh-diri ketimbang tulisan megalomaniak-sok-tau-minta-dikemplang. Mungkin karena gua tipe manusia yang rentan depresi. Mungkin.

It’s MIKA, not May’ke. Dengerin lagunya yang bener dong. Apa gunanya bang Mika nangkring di MTv?

The bitches are back.

Yah, bukan berarti gua menyebut bahwa kami adalah manusia dengan dandanan paling oke sedunia. But I adore Prisya’s style. Lagipula, kalo otak gua lagi beres, kalo fashion sense gua lagi jalan, kalo waktu yang dialokasikan untuk milih - milih baju cukup, gua bisa menuai cukup banyak pujian akan dandanan gua hari itu. Kalo. And both of us is an avid follower of fashion. Maka, ketika sore itu kami berdua nongkrong di tepat paling hip kedua setelah Senayan City (baca : PE I MOL DUA), mau gak mau radar fashion kami bekerja.

Pendapat pertama setelah scanning selama beberapa saat adalah, betapa gadis - gadis muda yang lalu - lalang gayanya sungguh gogirl! berat. Seragam. Membosankan. Tidak variatif.

Lalu muncullah segerombolan anak seusia SMP yang dengan sialnya duduk disebelah kami. Mata gua udah mulai lirik - lirik, idung gua kembang kempis, dan ketika pandangan gua bertemu dengan pandangan Pippi, serentak kami berkata : "Oh My God."

Yes. Oh My Freaking God.

ADA APA DENGAN ANAK SMP JAMAN SEKARANG?????

Ada yang merokok. FYI ya adik kecil yang manis, merokok itu gak keren. Ulangi bersama saya : TIDAK KEREN! Tahukah kamu dampaknya pada gigi, kulit, rambut? Gak tau? Tanya sama guru biologi sono! Dan ketika di usia sebelia itu kamu sudah merokok, maka ketika kamu mencapai usia saya, kamu akan terlihat seperti pertengahan duapuluhan. Mau? Gua mah ogah!

Lalu ya adik - adik, badan kalian masih akan tumbuh kok. Kalau kebetulan dada kalian belum (kemungkinan juga tidak akan) sebesar Lindsay Lohan atau ScarJo, tidaklah perlu memakai padded bra. Janganlah menarik perhatian kepada sesuatu yang tidak ada. What? You wanna get those slimy boys attention to your breast, huh? Belum waktunya Sayang, belum. Kalaupun sudah tiba waktunya, carilah push-up bra yang padnya dibagian bawah, bukan dibagian atas. Kalau tidak, hasilnya akan seperti kalian ini, terlihat jelas kopong tidak terisi.

And then honey, capitan rambut plastik kuning lusuh itu, kalau memang dirimu sebegitu ingin terlihat seperti gadis dewasa, mbok ya dicopot dari rambut. Lamun dandanan maneh jiga barudak es de wayah kapan mah pantes!

Oh iya, satu lagi, memakai suatu barang ‘branded’ yan ketauan palsunya, it’s a big fashion don’ts. Ini juga berlaku untuk banyak orang diluar sana. Berhentilah memakai barang palsu yang kentara palsunya! Ada orang - orang seperti saya yang bisa dengan mudah mengetahui bahwa Chanel quilted bag yang kamu bawa itu abal - abal, atau bahwa Louis Vuitton yang kamu tenteng itu keliatan banget palsunya. Prinsipnya, merek itu gak perlu! Yang penting up to date, kualitas bagus, dan nampak mahal. Tapi gak harus mahal! For fuck sake, you could opt for Utopia’s bag instead of buying some fake Anya Hindmarch’s bag. It’s the same price, you morons!

HHHHHHHHHHHHH!!!!!!

Lalu - lalu, mengingat betapa sekarang gua harus dandan untuk sekedar beli roti berserta pemanisnya. Jaman PIM 2 belum ada, gua bisa pergi dengan baju belel, rambut awut - awutan, plus sendal jepit. Gak usah khawatir ada gadis - gadis yang melakukan scanning gaya seperti yang gua dan Pippi lakukan kemarin. Bliss. Sekarang, kalo gua dandan nanggung (baca : dandanan kekampus, ensemble polo shirt + jeans + sepatu converse dan cuma bawa - bawa dompet doang) gua bakal digangguin satpam gara - gara disangka PRT. Apalagi kalo sambil nenteng - nenteng kantong Hero. Monyet. Jaman dulu mana ada kejadian begini?

Kangen masa - masa itu. Mungkin gua akan mulai cuek lagi. Nangkring di kafe hip dengan dandanan lecek dan buku ditangan. Mengacungkan jari tengah pada para satpam yang kurang ajar. Membalas tatapan dari atas - kebawah yang penuh hinaan dengan Arale’s smirk yang paling jahat. Bergossip tanpa peduli manner. Ngeunah pisan.

By the way, berdasarkan pengamatan gua, orang - orang megalomaniak cenderung berteman satu sama lain.

I Was So Cute Back Then!

May 27th, 2007 by thesugarplumfairy

Waktu ngubek - ngubek tempat-penampungan-sampah-sampai-entah-kapan-yang-jelas-bukan-tempat-sampah tiba - tiba gua menemukan sesuatu.

Foto gua jaman SMP, circa 2001an, yang setelah dipikir - pikir dikit banget karena gua jaman itu amatlah camera shy (sekarang mah geus puguh banci kamera, di depan maupun di belakang kamera). Bareng mantan tapinya. Gua langsung ngakak. Karena gua pikir foto ini udah  gua buang. Ternyata masih ada loh. Hueheheheheh.

I WAS so cute back then!

Was ya, catet.

Masih langsing walaupun mulai chubby, dengan rambut pendek dan poni yang gak berubah dari jaman SD, kulit yang masih putih banget…….

Heuh.

Apa kata Cupcup ya kalo liat foto gue yang ini… =)

Merica

May 21st, 2007 by thesugarplumfairy

Suddenly gua ngidam minum jus tomat kalengan (yang rasanya kayak saos tomat tapi encer ituloh…). Pas lagi ke Yogya tadi kebetulan gua nemu sekotak, maka dibelilah tuh jus demi memenuhi hawa nafsu bejat orang kelaparan ini.

Setelah dikulkasin dan craving menjadi semakin tak tertahankan, gua tuanglah si jus tomat kedalam gelas. Hmmm. Asem. Tapi garnishnya kurang nih. Yep. Gua butuh MERICA. Diobrak - abrik lah dapur sebentar, karena tak juga kunjung menemukan si merica yang dicari, gua pun bertanya pada asisten rumah tangga.

"Mana merica?"

"Merica? Gak ada! Adanya juga yang utuh…" *menyodorkan beberepa biji merica* "Mau ditumbuk dulu?"

Heu.

Ngedrop.

Maka batallah sensasi jus tomat dingin dengan merica diatasnya.

Sudahlah, toh Kiwi & Grape juicenya enak…