Envy
Friday, March 30th, 2007Iri.
Semalam saya iri.
Begitu iri sampai ingin menangis rasanya.
Memupuskan keinginan untuk bermanja, I end up writing stories with Tangkas and go to bed.
*sniff*
Iri.
Semalam saya iri.
Begitu iri sampai ingin menangis rasanya.
Memupuskan keinginan untuk bermanja, I end up writing stories with Tangkas and go to bed.
*sniff*
Each moment is new
Freeze the moment
Each moment is cool
Freeze the moment
I wouldn’t wanna be
Anywhere else but here
I wouldn’t wanna change
Anything at all (anything oh I)
I wouldn’t wanna take
Everything out on you
Though I know I do (although I know I do)
Every time I fall
Day dreamin’, chain smokin’
Always laughin’, always jokin’
I remain the same
Did I tell you that I love you?
Brush your teeth and pour a cup of
Black coffee out - I love to
Watch you do that every day
The little things that you do
All Saints - Black Coffee
Jenuh.
Masih untung kamu gak bilang kamu muak.
Space.
Quality time with oneself.
Semua orang butuh.
Mungkin salah aku, terlahir sebagai makhluk bergender perempuan, yang rata - rata punya kecenderungan untuk addict sama orang yang mereka sayang, sekaligus menggantungkan hampir segalanya pada si objek kasih sayang. Tidak lupa, perempuan butuh reassurance secara lisan terus - menerus. Walaupun semua bukti sudah ditangan, aku masih butuh pengakuan, persis polisi.
Aku, mungkin gak memberi kamu waktu untuk kangen, juga kesempatan untuk bilang sayang lebih dulu. Cuma bisa menyalahkan nature aku sebagai perempuan kebanyakan, addicted sama kamu.
Aku…memutuskan untuk mencoba tidak egois. Memberikan space yang memang kamu butuh. Biar…what? Hubungan kita tidak menjadi sekedar ritual membosankan buat kamu, ya kan?
Show me how you do that trick
The one that makes me scream he said
The one that makes me laugh he said
And threw his arms around my neck
Show me how you do it
And I promise you I promise that
I’ll run away with you
I’ll run away with you
Spinning on that dizzy edge
I kissed his face and kissed his head
And dreamed of all the different ways I had
To make him glow
Why are you so far away? he said
Why won’t you ever know that I’m in love with you
That I’m in love with you
You, soft and only
You,lost and lonely
You, strange as angels
Dancing in the deepest oceans
Twisting in the water
You’re just like a dream
You’re just like a dream
Daylight licked me into shape
I must have been asleep for days
And moving lips to breathe his name
I opened up my eyes
And found myself alone alone
Alone above a raging sea
That stole the only boy I loved
And drowned him deep inside of me
You, soft and only
You, lost and lonely
You, just like heaven
You, soft and only
You, lost and lonely
You, just like heaven
Katie Melua - Just Like Heaven
Niatnya mencela Perhat, tapinya malah jadi gua yang disepet sama si Edwin. (sial, si Maut lagi jomblo soalnya)
"Sebelom lo nanya sama orang, mendingan lo nanya sama diri lo sendiri. Ko si itu mau sama lo???"
Iyah, gua juga bingung Win. Kok dia mau sama gua. =P
Pilih jawaban dibawah ini :
Karena gua…
[a] hemat, bukan pelit
[b] kelebihan berat badan, bukan gendut
[c] kurang tinggi, bukan pendek
[d] sarkastik
[e] ______________ (isi sendiri)
Pening, demam tinggi, tenggorokan sakit, batuk - batuk, hidung meler and monthly pain (come on, you know what I mean).
Sesekali dia menempelkan tangannya yang dingin itu ke dahi (’bukan aku yang tangannya dingin, tapi demam kamu yang tinggi banget!’), mengecek suhu tubuh gua yang terus naik turun. Membelikan gua bubur (dan perjuangan dia untuk nyari bubur di sore hari sampe ke Dago berakhir setelah sekian suap. ‘eneg.’), membelikan kue putu yang masih panas (dan jangankan disentuh, komentar gua cuma ‘kok kue putunya gak ijo sih?’). Sesekali tatapan khawatirnya mampir ke arah gua. Sedih karena gak bisa ngapa - ngapain buat bantu katanya, which is SO not true.
Come on.
Menggenggam tangan gua yang hot - hot - hot itu udah lebih dari cukup untuk membuat gua merasa nyaman. Menyandarkan kepala gua yang terasa berat ke bahu lo udah lebih dari cukup untuk bikin gua lupa sama pening gua sesaat. Dan buat orang sakit, yang terpenting mereka merasa nyaman kan? =)