Archive for June, 2007

Delivery Bulgogi

Thursday, June 28th, 2007

Kadang - kadang gua suka bertanya - tanya, apakah para penerima pesanan delivery di restoran cepat saji itu rada budeg apa guanya aja yang ngomongnya kecepetan?

Well, jelas gua bingung kalo Caesar’s Salad with Chicken pesanan gua berubah jadi salad dari Greens yang penuh dengan jelly. Bisa jadi mereka tidak pernah ingat kalo selain salad dari salad bar, menu mereka kebetulan juga berkata bahwa mereka menyediakan Caesar’s Salad. With chicken. Optional.

Yang lebih ajaib, Beff Sukiyaki Pizza gua tiba - tiba penuh taburan jagung dan ada onion ring tertanam diantara kejunya serta kebetulan mirip dengan gambar iklan yang ditempel di bagian atas kotak pizzanya.

New menu.

Bulgogi pizza.

Saya pesan SUKIYAKI. Bukan BULGOGI.

Entah kokinya rada dodol sehingga salah membuat pesanan dan mereka memutuskan untuk tetap mengirim pizzanya kerumah gua dengan pikiran "ah, toh Jepang dan Korea tetanggan ini.." atau sebenarnya Sukiyaki Pizza favorit gua sudah tidak lagi diproduksi dan diganti dengan Bulgogi namun mereka terlalu malas untuk bilang ke gua bahwa si sukiyaki sudah tidak ada. Dan dengan teganya mereka mengganti sour cream teman si crust pizza dengan Thousand Islands. Arghhhhhhhh….!!!

Gua rasa gua adalah konsumen yang terlalu nrimo…

*sigh*

Sucide

Monday, June 4th, 2007

Tolong.

Capek.

Jiwa gua begitu lelah sehingga gua serius berikir bahwa yang namanya mati bisa membebaskan gua dari situasi ini. Membebaskan, bukan mejawab, karena toh yang namanya mati bukan solusi.

Jadi inget sama tokoh komik Beyond The Sea yang berpikir bagaimana cara bunuh diri yang baik* dan benar** lalu memutuskan untuk menyesatkan diri di hutan dan berniat makan kumbang beracun dengan alasan kelaparan. Gagal toh. Sama suaminya keburu disusulin.

Mati! Mati aja lo, Le!

On second thought, bunuh diri itu rada rugi ya bo. Orang - orang akan berspekulasi perihal penyebab gua bunuh diri (’gua yakin itu gara - gara timbangannya ke kanan terus, jadi dia depresi.’, ‘kayaknya kerasukan deh.’, ‘putus sama pacar bo, yakin!’, ‘kecelakaan lagi, saking rakusnya itu Baygon dia sangka Pocari Sweat…’, dan lain sebagainya), yang meskipun gua sudah meninggalkan sepucuk surat keterangan bunuh diri, orang - orang akan melakukan intrepretasi berbeda dengan yang gua maksud, sehingga penyebab gua bunuh diri akan semakin rancu. Sementara sebagai orang yang paling tau penyebab gua bunuh diri, gua gak bisa ngomong apa - apa, tidak sanggup membenarkan, tidak mampu membantah, mengapa? KARENA GUA UDAH MATI DODOL!!!!! (nah, are you paying attention to me now?)

Well, lebih baik gua melaparkan diri saja. (starve oneself to death) Mati anorexic. Hip abis tu, berasa model catwalk. Nama gua akan menghiasi majalah dan koran, dibahas di forum - forum, dan akhirnya dibuat foundation dengan nama gua untuk memerangi bulimia dan anoreksia (lo pikir di amrik?), lalu kita akan menyalahkan Keira Knightley dan media. Yang lebih keren lagi, sebelum mati gua bisa memasukkan diri gua kedalam dress BCBG size 0!

Yeah!

Hidup anoreksik!

*yang namanya bunuh diri itu gak ada yang baik, baik disini dimaksudkan lebih kepada cara mati bunuh diri yang elegan (tidak ada urusan lidah menjulur keluar lengkap dengan air liurnya), cantik (tidak gosong, tidak berantakan, jadi terjun dari lantai 20 atau mati bakar diri jelas bukan pilihan), tidak merepotkan orang lain (kalo nabarakkin diri ke mobil kasian supirnya), dst.

**tidak ada yang namanya bunuh diri itu benar. benar yang dimaksud disini adalah beneran mati, bukan minum racun terus teriak - teriak minta dibawa kerumah sakit.