Lengan - lengan Itu…

May 8th, 2007 by thesugarplumfairy

Ketika berjalan di belakangnya tadi, gua baru sadar betapa kecil lengan - lengan miliknya.

Tapi secara misterius, justru lengan - lengan kecil itulah yang berhasil menopang diri gua dengan kokoh.

Membuat gua merasa aman dan nyaman, tanpa harus membuat gua merasa dibatasi seperti burung dalam sangkar.

Itu lengan - lengan milik kamu, Cup.

Dan Yang Disayang Itu Selalu Dipanggil Lebih Dulu…

April 17th, 2007 by thesugarplumfairy

Sepanjang jalan ke Ciparay hujan masih turun sedikit - sedikit. Berbekalkan petunjuk gua yang lupa - lupa ingat, Honda Jazz biru metalik itu terus melaju. Perbincangan di dalam mobil terdengar tidak penting. Soal rumah kecengan Filiks dulu yang rumahnya di Bale Endah, sampai mengapa banyak orang membenci Paris Hilton. Sesekali pembicaraan kami disela dengan pertanyaan ‘Na, lo yakin ini jalannya?’, dari Filiks. Tidak ada yang penting. Tidak ada yang serius. Tidak ada pembicaraan tentang filsafat seperti malam sebelumnya. Tidak sedikit pun terlontar tujuan dari perjalanan kami. What are we doing in the middle of nowhere past Maghrib then?

Well, mengantar salah satu guru terbaik kami. Ke peristirahatannya yang terakhir, sayangnya.

Beliau… seperti ayah kedua bagi Filiks. Salah satu paman yang paling gua sayang bagi gua. Dalam tangisnya di depan makam, Filiks terus bergumam, ‘ kalau Dia gak ada, entah gua jadi apa.’. Gua masih ingat betapa bangganya beliau ketika gua diterima di ITB. Gua masih ingat ketika beliau dengan serius mewawancarai pacar kakak gua dan memberi anggukan tanda setuju. Gua masih ingat beliau sering mengusap - usap kepala gua dengan bangganya setiap kali bertemu. Juga, di saat terakhir, beliau masih sempat menanyakan bagaimana kuliah gua. Dan gua pun sadar, betapa sayangnya beliau pada kami semua.

Gua yakin paman gua orang yang baik. Beliau berhasil mendidik anak - anaknya untuk menjadi anak yang baik. Kedua sepupu gua adalah cucu nenek gua yang paling manis. Mungkin beliau bukan figur yang bisa dicontoh, namun beliau orang baik. Itu gua yakin.

Hari itu, untuk pertama kalinya dalam hidup gua, gua ngeliat sepupu gua nangis. Hanya sekejap, tapi ia menangis. Dan gua pun malu, melihat setelah itu ia masih terus tesenyum, bahkan menanyakan perihal pacar gua yang sumpah seharusnya tidak disinggung hari itu. Sama malunya seperti saat ibu Filiks meninggal, dan Filiks malah menawarkan saputangannya ke gua -padahal ia sendiri BUTUH saputangan itu. Gua merasa malu. Padahal bukan gua yang kehilangan ibu, bukan gua yang kehilangan ayah. Gua belum bisa setegar itu.

Kami orang terakhir yang pergi. Katanya, 40 langkah setelah orang terakhir meninggalkan makam, malaikat akan datang bertanya. Gua cuma bisa kirim doa, dan membantu sepupu gua dengan apa yang gua bisa. Dan…memperbaiki diri gua pelan - pelan. Mencoba menuntaskan janji gua pada paman gua semasa beliau masih hidup.

Dan yang disayang itu selalu dipanggil lebih dulu

Unrequited Love

April 2nd, 2007 by thesugarplumfairy

Kembali lagi ke state macam ini.

Asal tau aja, ini bikin capek. Gak mau sekali - sekali gantian ngerasain?

Ya, gua juga benci sama sifat gua yang manja, tapi gua juga udah berkali - kali bilang kan, kalo gak mau ya gak usah. Kalo elo maksain diri cuma biar gua gak kesel lagi, itu cuma bakal bikin gua tambah marah, bukannya seneng. Perlu gua ulang berapa kali lagi sih? Kalo emang gak mau, kalo emang gak niat, kalo emang gak tulus, gak usah.

Kembali lagi ke state macam ini.

Gak salah kan, kalo gua (nyaris) nangis ketika mendengar Untitled, Shiver, atau Hamburg Song?

Tadinya, gua pikir karena gue suddenly inget orang itu, tapi ternyata bukan. Penyebabnya elo kok.

Envy

March 30th, 2007 by thesugarplumfairy

Iri.

Semalam saya iri.

Begitu iri sampai ingin menangis rasanya.

Memupuskan keinginan untuk bermanja, I end up writing stories with Tangkas and go to bed.

*sniff*

S P A C E

March 29th, 2007 by thesugarplumfairy

Each moment is new
Freeze the moment
Each moment is cool
Freeze the moment

I wouldn’t wanna be
Anywhere else but here
I wouldn’t wanna change
Anything at all (anything oh I)
I wouldn’t wanna take
Everything out on you
Though I know I do (although I know I do)
Every time I fall

Day dreamin’, chain smokin’
Always laughin’, always jokin’
I remain the same
Did I tell you that I love you?
Brush your teeth and pour a cup of
Black coffee out - I love to
Watch you do that every day
The little things that you do

All Saints - Black Coffee

Jenuh.

Masih untung kamu gak bilang kamu muak.

Space.

Quality time with oneself.

Semua orang butuh.

Mungkin salah aku, terlahir sebagai makhluk bergender perempuan, yang rata - rata punya kecenderungan untuk addict sama orang yang mereka sayang, sekaligus menggantungkan hampir segalanya pada si objek kasih sayang. Tidak lupa, perempuan butuh reassurance secara lisan terus - menerus. Walaupun semua bukti sudah ditangan, aku masih butuh pengakuan, persis polisi.

Aku, mungkin gak memberi kamu waktu untuk kangen, juga kesempatan untuk bilang sayang lebih dulu. Cuma bisa menyalahkan nature aku sebagai perempuan kebanyakan, addicted sama kamu.

Aku…memutuskan untuk mencoba tidak egois. Memberikan space yang memang kamu butuh. Biar…what? Hubungan kita tidak menjadi sekedar ritual membosankan buat kamu, ya kan?

Ribut Galak Gendut Cerewet… Apa lagi?

March 12th, 2007 by thesugarplumfairy

Show me how you do that trick
The one that makes me scream he said
The one that makes me laugh he said
And threw his arms around my neck
Show me how you do it
And I promise you I promise that
I’ll run away with you
I’ll run away with you

Spinning on that dizzy edge
I kissed his face and kissed his head
And dreamed of all the different ways I had
To make him glow
Why are you so far away? he said
Why won’t you ever know that I’m in love with you
That I’m in love with you

You, soft and only
You,lost and lonely
You, strange as angels
Dancing in the deepest oceans
Twisting in the water
You’re just like a dream
You’re just like a dream

Daylight licked me into shape
I must have been asleep for days
And moving lips to breathe his name
I opened up my eyes
And found myself alone alone
Alone above a raging sea
That stole the only boy I loved
And drowned him deep inside of me

You, soft and only
You, lost and lonely
You, just like heaven

You, soft and only
You, lost and lonely
You, just like heaven

Katie Melua - Just Like Heaven

Niatnya mencela Perhat, tapinya malah jadi gua yang disepet sama si Edwin. (sial, si Maut lagi jomblo soalnya)

"Sebelom lo nanya sama orang, mendingan lo nanya sama diri lo sendiri. Ko si itu mau sama lo???"

Iyah, gua juga bingung Win. Kok dia mau sama gua. =P

Pilih jawaban dibawah ini :

Karena gua…

[a] hemat, bukan pelit

[b] kelebihan berat badan, bukan gendut

[c] kurang tinggi, bukan pendek

[d] sarkastik

[e] ______________ (isi sendiri)

A Fever and a Male Nurse

March 6th, 2007 by thesugarplumfairy

Pening, demam tinggi, tenggorokan sakit, batuk - batuk, hidung meler and monthly pain (come on, you know what I mean).

Sesekali dia menempelkan tangannya yang dingin itu ke dahi (’bukan aku yang tangannya dingin, tapi demam kamu yang tinggi banget!’), mengecek suhu tubuh gua yang terus naik turun. Membelikan gua bubur (dan perjuangan dia untuk nyari bubur di sore hari sampe ke Dago berakhir setelah sekian suap. ‘eneg.’), membelikan kue putu yang masih panas (dan jangankan disentuh, komentar gua cuma ‘kok kue putunya gak ijo sih?’). Sesekali tatapan khawatirnya mampir ke arah gua. Sedih karena gak bisa ngapa - ngapain buat bantu katanya, which is SO not true.

Come on.

Menggenggam tangan gua yang hot - hot - hot itu udah lebih dari cukup untuk membuat gua merasa nyaman. Menyandarkan kepala gua yang terasa berat ke bahu lo udah lebih dari cukup untuk bikin gua lupa sama pening gua sesaat. Dan buat orang sakit, yang terpenting mereka merasa nyaman kan? =)

YEAH!

February 26th, 2007 by thesugarplumfairy

Mohahahahahahahahah….

Menyetir sendiri dari rumah - Ciwalk - rumah di malah hari.

Dan supir yang menjadi tutor gua pun akhirnya berkata : "Ya udahlah Neng, tinggal ambil SIM aja. Udah bagus kok. Tapi Inget kalo di pertigaan tengok kanan - kiri dulu."

Nyokap gue pun berkomentar dari bangku belakang : "Iyah, udah lebih bagus dari (insert nama supir gua yang di Bandung disini) kok. Nanti kita tanya Njim yah kalo di Bandung bikin SIM dimana."

Yeah! Walaupun tidak bisa dipungkiri kalo ade gua yang masih kelas satu SMA nyetirnya masih jauh lebih bagus daripada gua, tapi setidaknya yang udah legal buat dapet SIM adalah gua! *eat your heart out, baby!*

Bawa mobil sendiri ke kampus dong?

Heu euh.

Nanti, kalo mobil gua udah ada alarm sama kunci setirnya. =P

*okay… sekarang kalian tau kalo mobil gua gak ada alarmnya….*

Doakan saya semakin lancar parkir yak! Mudah - mudahan…

Pertanda?

February 25th, 2007 by thesugarplumfairy

Cantelan boneka keledai bodoh itu akhirnya putus juga.

Gua shock ketika mendapati bahwa boneka imut itu kehilangan handphone tempatnya bergantung.

Sesaat gua terhenyak. Teringat bahwa gua baru saja marah tanpa alasan (atau mungkin sebenernya ada?). Juga komunikasi yang tidak lancar. Ditambah perasaan ‘pengen bertengkar’ setiap kali dia ada. Pertanda kah?

Bertengkar non-stop. Rasa kesal setiap menutup telefon. Saling diam ketika bertemu. Jengah ketika bersama. What’s wrong with us?

Jadi kepikiran…

*sigh*

And I’m Glad To Have You By My Side…

February 22nd, 2007 by thesugarplumfairy

Bertengkar tentang hal yang gak penting dan yang penting.

Kamu, gak suka sama sifat aku yang tertutup.

Aku, gak ngerti sama keinginan kamu untuk ngebantuin aku.

Aku ya begini, sukanya sendiri. Kelewat sombong, kelewat gengsi untuk minta bantuan orang lain. Even minta tolong ke kamu.

Pride aku diatas segalanya. Mungkin itu jeleknya aku. Gak sudi ditolong orang. Malu kalo minta tolong orang. Makanya aku gak suka sama damsel in distress. (Cinderella? Snow White? Aurora? Aku pernah cerita kan?) I’d rather rescue myself.

Tapi bukan berarti kamu gak guna. Kamu jangan ngerasa kayak gitu.

Buat aku, tau kamu ada disana untuk aku aja udah lebih dari cukup. Walaupun mungkin aku gak bakal lari terus nangis - nangis ke kamu, seenggaknya aku tau, kalau aku butuh tempat untuk lari dan nangis, ada kamu.

So,

I’m glad to have you by my side..